- Program: Hibah Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi BRIN
- Tahun Pelaksanaan: 2025-2026
- Roadmap: Tsunami Mitigation
- Lokasi Kegiatan: Aceh dan Yogyakarta
- Mata Kuliah Terkait: Bencana Gelombang dan Tsunami, Teknik Pelindungan dan Pengamanan Pantai
- Luaran: Manuskrip artikel
Tim Peneliti
Ketua Tim:
Dr. Ir. Benazir, S.T., M.Eng.
Anggota Dosen:
Prof. Ir. Radianta Triatmadja, Ph.D. (Universitas Gadjah Mada)
Nurkhalis, Sos.I., M.Sosio. (Universitas Teuku Umar)
Ma’ruf Hadi Sutanto, S.T., M.Eng. (Balai Teknik Pantai Kementerian PU)
Marcio Tahalele, S.T., M.Eng. (Universitas Katolik Soegijapranata)
Ir. Arisna Fauzia, S.T., M.T. (Universitas Samudra)
Athaya Syifa Widha Rana, S.T., M.Eng. (Universitas Gadjah Mada)
Rifdalila Kultsum, S.T. (Universitas Gadjah Mada)
Abstrak
Penelitian ini berfokus pada strategi penataan zonasi pantai sebagai upaya peningkatan ketahanan wilayah pesisir terhadap risiko tsunami, dengan penekanan pada implementasi peraturan terkait dan relevansinya dalam kebijakan pemerintahan. Kawasan sempadan pantai, yang diatur dalam Peraturan Presiden RI No. 51 Tahun 2016, sering dimanfaatkan untuk pengembangan urban dan industri, yang meningkatkan kerentanan terhadap bencana tsunami. Dua dekade setelah Tsunami Samudera Hindia 2004, masih terdapat tantangan signifikan dalam pelaksanaan pembangunan yang aman dan sesuai regulasi di kawasan pesisir. Metodologi penelitian ini melibatkan beberapa tahapan utama, yaitu 1) Analisis Hidrodinamika Tsunami: Simulasi laboratorium dan numerik dilakukan menggunakan model gelombang soliter dan dam break untuk memahami perilaku gelombang tsunami saat mencapai daratan. Kecepatan front surge dan run-up tsunami diukur untuk menentukan gaya hidrodinamika yang bekerja pada struktur bangunan di kawasan pesisir. Penelitian ini juga menggunakan model bangunan dengan variasi bentuk dan sudut proyeksi terhadap kedatangan gelombang. Analisis dilakukan pada bangunan tunggal dan susunan bangunan berkelompok untuk mengkaji pengaruh macro-roughness (sebagai kompleks bangunan) terhadap distribusi gaya tsunami. 2) Skenario Penataan Zonasi: Beberapa skenario peletakan bangunan di kawasan pantai diuji untuk melihat pengaruhnya terhadap gaya hidrodinamika. Penelitian ini berusaha menemukan tatanan struktur yang optimal untuk mengurangi gaya tsunami dan dampak kerusakan yang ditimbulkan. 3) Evaluasi Kebijakan dan Implementasi pasca-rekonstruksi: Kajian mendalam terhadap peraturan yang relevan, termasuk Peraturan Presiden RI No. 51 Tahun 2016 dan Undang-undang RI No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, dilakukan untuk menilai keselarasan kebijakan penataan zonasi pantai dengan mitigasi risiko tsunami. Studi kasus rehabilitasi pasca-tsunami 2004 di Aceh digunakan sebagai referensi untuk mengukur efektivitas implementasi kebijakan. Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi konkret untuk pengembangan zonasi pantai yang mampu meningkatkan ketahanan wilayah pesisir terhadap tsunami, melalui pendekatan yang integratif antara regulasi dan praktik pembangunan. Temuan ini juga diharapkan dapat mendukung pemerintah dalam merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan penataan ruang yang selaras dengan upaya mitigasi risiko bencana, sesuai dengan prioritas dalam Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015-2030, khususnya dalam memperkuat tata kelola risiko bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan serta respons yang efektif.
Kata kunci: Infrastruktur pantai, pemanfaatan ruang pantai, kerusakan bangunan, analisis hidrodinamik dan sosial, mitigasi tsunami
Work Package
WP1 – Physical Model
Prof. Ir. Radianta Triatmadja, Ph.D.
Ma’ruf Hadi Sutanto, S.T., M.Eng.
WP2 – Numerical Modeling

Athaya Syifa Widha Rana, S.T., M.Eng.
Marcio Tahalele, S.T., M.Eng.
WP3 – Qualitative Assessment

Nurkhalis, Sos.I., M.Sosio.
Rifdalila Kultsum, S.T.
Ir. Arisna Fauzia, S.T., M.T.